
Medan, NeracaPos.com – Peringatan Ulang Tahun ke-95 Al Jam’iyatul Washliyah berlangsung khidmat dengan tema “Kolaborasi dan Inovasi Al Washliyah untuk Indonesia Maju”. Pada upacara yang digelar pada Senin 1 Desember 2025 tersebut berjalan penuh semangat dan kekeluargaan tersebut, Ketua umum pengurus besar al jam’iyatul Washliyah Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dan menyampaikan pesan penting tentang peran Washliyah dalam membangun bangsa melalui pendidikan, dakwah, dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Dalam amanatnya, Dr. Masyhuril Khamis menekankan bahwa perjalanan 95 tahun organisasi ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga tradisi Islam yang moderat serta kontribusi besar bagi kemajuan umat. Ia juga mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk terus memperkuat kolaborasi dan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Rektor Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, MA, yang turut hadir dalam peringatan tersebut, memberikan apresiasi atas perjalanan panjang Al Washliyah yang tetap konsisten dalam membangun peradaban pendidikan Islam di Indonesia.
“Al Washliyah telah membuktikan selama 95 tahun bahwa organisasi ini bukan hanya bergerak di bidang dakwah, tetapi juga menjadi motor penggerak pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Tema kolaborasi dan inovasi sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman. UNIVA Medan akan terus menjadi bagian dari upaya memajukan Al Washliyah melalui peningkatan mutu pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof. Saiful saat ditemui usai upacara.
Ia juga menegaskan bahwa usia ke-95 menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar Al Washliyah untuk memperkuat sinergi antar lembaga, termasuk perguruan tinggi, sekolah, serta lembaga sosial, agar semakin memberi manfaat bagi kemajuan bangsa.
Peringatan hari lahir ke-95 ini menjadi refleksi perjalanan organisasi sekaligus dorongan untuk terus berkembang di era modern. Dengan tema besar yang mengedepankan kolaborasi dan inovasi, Al Washliyah diharapkan mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi jati dirinya.





