NeracaPos.Com

Sumber Reprensi Terpecaya

DAERAH

Seminar Nasional UNIVA Medan Bahas Pendidikan Karakter, Tekankan Penguatan Nilai Kebangsaan

Medan, Neracapos.com- Universitas Al Washliyah Medan (UNIVA Medan) menggelar seminar nasional pada Senin (13/4/2026) yang mengangkat tema penguatan pendidikan karakter generasi muda di era digital.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Dr. H. Dedi Iskandar Batubara yang merupakan salah satu anggota DPD RI dan Ahmad Doli Kurnia Tandjung yang merupakan anggota DPR RI dari Partai Golkar yang memberikan perspektif strategis terkait pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda.

Dalam pemaparannya, Dr. Dedi Iskandar Batubara menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang menentukan arah masa depan bangsa.

Ia menyoroti pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi bonus demografi 2025–2030 dengan bekal nilai moral, hukum, dan kepemimpinan yang kuat.

“Generasi muda harus dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan mampu membawa perubahan positif bagi bangsa,” ujarnya.

Seminar ini juga mengangkat fenomena krisis moral di kalangan generasi muda akibat pengaruh era digital, seperti cyberbullying, budaya flexing, hingga menurunnya empati sosial.

Hal tersebut dinilai sebagai dampak dari lemahnya pendidikan karakter yang belum terintegrasi secara optimal di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Dalam diskusi, ditegaskan bahwa pembentukan karakter harus berlandaskan tiga pilar utama, yakni nilai moral, kesadaran hukum, dan kepemimpinan.

Ketiga aspek ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang bertanggung jawab, disiplin, dan mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ahmad Doli Kurnia Tandjung dalam pemaparannya menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat.

Ia menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan serius berupa pergeseran nilai akibat derasnya pengaruh budaya luar dan media digital.

“Pendidikan karakter tidak boleh dilepaskan dari nilai kebangsaan. Generasi muda harus memiliki identitas nasional yang kuat agar tidak mudah tergerus oleh pengaruh negatif globalisasi,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa organisasi kepemudaan, kampus, serta lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan semangat nasionalisme, toleransi, dan persatuan.

Rektor UNIVA Medan, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A, turut menegaskan bahwa pendidikan Islam menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter bangsa.

Menurutnya, konsep pendidikan Islam mengarah pada pembentukan insan kamil yang seimbang antara ilmu pengetahuan, iman, dan amal.

Seminar ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan generasi emas Indonesia 2045.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan generasi muda mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri bangsa.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNIVA Medan dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan.

Seminar nasional ini diikuti oleh mahasiswa, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda Indonesia.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.main-content, .entry-content, .post-content { display: block; } @media print { .site-header, .site-footer, .sidebar, .adsbygoogle, .widget-area, .navigation, .breadcrumbs, .related-posts, .comments-area, .pagination, /* Tambahan untuk menyembunyikan navigasi halaman */ .entry-title + .entry-title /* Jika ada judul ganda */ { display: none !important; } h1.entry-title { page-break-before: always; margin-top: 0; } body { font-size: 14pt; line-height: 1.6; } }