Tutup Masa Bakti Guru Besar, Prof. Saiful Akhyar Lubis Serahkan Karya Ilmiah kepada Tim Asesor DIKTIS Kemenag RI

MEDAN, NeracaPos.com – Momentum penuh makna ditorehkan Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A dengan menyerahkan buku hasil karyanya kepada tim asesor di sela pertemuan silahturahmi dengan pejabat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) Prof. Ahmad Thib Raya, M.A Kementerian Agama Republik Indonesia di Hotel Citihall Medan.
Penyerahan buku tersebut dilakukan kepada para asesor, yakni Prof. Dr. Tibraya, Prof. Pauza, serta Prof. Ahmad Thib Raya yang juga merupakan pejabat strategis di lingkungan DIKTIS Kemenag RI.
Buku yang diserahkan tersebut menjadi simbol penutup masa bakti Prof. Saiful Akhyar Lubis sebagai guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara. Karya ilmiah tersebut tidak hanya merepresentasikan perjalanan akademiknya, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang keislaman dan pendidikan tinggi.
Dalam suasana penuh penghormatan, penyerahan buku ini sekaligus menjadi bentuk dedikasi akhir sebagai akademisi yang telah lama mengabdi di dunia pendidikan tinggi.
Para asesor yang menerima buku tersebut memberikan apresiasi atas kontribusi ilmiah yang telah dihasilkan. Mereka menilai karya tersebut memiliki nilai akademik yang tinggi dan dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan keilmuan di perguruan tinggi, khususnya di bawah naungan DIKTIS Kemenag RI.
Kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara akademisi dan lembaga pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi berbasis riset dan publikasi ilmiah.
Saat ini, selain dikenal sebagai akademisi senior, Prof. Saiful Akhyar Lubis juga menjabat sebagai Rektor Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan. Dalam kapasitas tersebut, ia terus mendorong peningkatan mutu pendidikan dan penguatan akreditasi di lingkungan kampus yang dipimpinnya.
Ditemui NeracaPos.com pada minggu (26/4/2026), Prof. Saiful menyampaikan bahwa penyerahan buku tersebut di laksanakan pada jumat 24 April 2026 yang lalu dan hal ini memiliki makna mendalam dalam perjalanan karier akademiknya.
“Buku ini bukan sekadar karya ilmiah, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdian saya sebagai guru besar. Ini adalah penanda akhir masa bakti saya di UIN Medan, sekaligus bentuk kontribusi yang saya harapkan dapat terus memberi manfaat bagi dunia akademik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi melalui perannya saat ini.
“Meski masa bakti sebagai guru besar telah berakhir, saya akan tetap berupaya memberikan kontribusi terbaik, khususnya dalam memajukan Universitas Al Washliyah Medan dan pendidikan tinggi di Indonesia secara umum,” tambahnya.





