
NeracaPos.com | Sergai – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang digelar di kawasan Pantai Gudang Garam, Kecamatan Pantai Cermin, berlangsung ricuh pada Selasa (19/5/2026)
Kericuhan terjadi saat forum Muscab berlangsung dan memicu ketegangan antar peserta yang hadir dalam agenda internal partai tersebut.
Kegiatan Muscab dibuka oleh Ketua DPW PPP versi Mardiono, Dr. Sarmadan Nur dan diselenggarakan oleh panitia dari kepengurusan periode 2021–2026 yang dipimpin Dr. Hari Ananda, M.S.P.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan dipicu oleh ketidakpuasan sejumlah peserta terhadap jalannya sidang yang dinilai tidak berjalan demokratis.
Beberapa kader dan peserta Muscab disebut meminta kesempatan untuk menyampaikan pandangan, interupsi, serta masukan dalam forum. Namun, permintaan tersebut dikabarkan tidak diakomodasi oleh pimpinan sidang.
Situasi mulai memanas ketika sejumlah peserta melakukan interupsi dalam forum sidang. Ketegangan kemudian meningkat hingga terjadi aksi pembalikan meja oleh peserta yang merasa keberatan terhadap jalannya persidangan.
“Peserta ingin menyampaikan pendapat dan hak bicara dalam forum, tetapi tidak diberikan kesempatan,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Ketegangan kembali terjadi saat sidang paripurna kedua dengan agenda penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus.
Sejumlah peserta disebut mempertanyakan beberapa poin dalam laporan tersebut yang dinilai janggal. Namun, forum kembali memanas lantaran peserta merasa tidak diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan maupun tanggapan.
Akibatnya, suasana Muscab yang semula berjalan formal berubah ricuh dan sempat mengganggu jalannya agenda persidangan.
Sejumlah kader PPP yang hadir menilai forum Muscab seharusnya menjadi ruang demokratis bagi seluruh peserta untuk menyampaikan pendapat, kritik, dan saran demi kemajuan organisasi partai.
Mereka berharap dinamika internal partai dapat diselesaikan secara musyawarah tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.





