NeracaPos.Com

Sumber Reprensi Terpecaya

DAERAH

Bantuan Optimasi Lahan dari Kementan untuk Sergai, Kadis Pertanian: Hanya Lahan Terverifikasi yang Dapat Bantuan

Sergai, NeracaPos.com – Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, kembali mendapatkan Bantuan Optimasi Lahan (Oplah) dari Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun 2025. Program ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya pada lahan sawah yang memenuhi kriteria teknis.

Bantuan tersebut disalurkan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) yang tersebar di berbagai kecamatan di Sergai. Tujuan utamanya adalah mendukung pengolahan lahan agar hasil panen petani semakin maksimal.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sergai, Dedy Iskandar, mengungkapkan bahwa jumlah bantuan yang diterima setiap kelompok berbeda-beda. Besarannya ditentukan berdasarkan luas areal lahan yang memenuhi syarat bantuan.

“Untuk tahun ini, sebanyak 20 Gapoktan dan GP3A dengan total luas lahan sekitar 7.323 hektare mendapatkan bantuan Oplah,” jelas Dedy, Kamis (7/8/2025).

Namun, Dedy menegaskan bahwa tidak semua anggota Gapoktan atau GP3A otomatis memperoleh bantuan. Mekanisme penyaluran mengacu pada sistem Poligon, yaitu metode pemetaan untuk menentukan luasan lahan yang layak menerima program tersebut.

“Hanya sawah yang masuk dalam sistem Poligon yang berhak mendapatkan bantuan. Jadi, tidak seluruh anggota kelompok tani akan menerima,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, bantuan ini disalurkan langsung ke rekening Gapoktan maupun GP3A tanpa melalui Dinas Pertanian. Peran dinas hanya sebatas memberikan rekomendasi pencairan sesuai ketentuan.

“Dana bantuan masuk langsung ke rekening pengurus kelompok tani. Dinas hanya memberikan rekomendasi agar pencairan berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Permai Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin, Samsul, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima bantuan Oplah dari Kementan. Namun, tidak semua lahan kelompoknya mendapatkan bantuan tersebut.

“Dari total 833 hektare lahan, hanya sekitar 500 hektare yang tercover bantuan. Dari 16 kelompok tani anggota Gapoktan Permai, hanya 10 kelompok yang menerima,” ungkap Samsul.

Bantuan Oplah ini, lanjut Samsul, digunakan untuk biaya pengolahan lahan atau jetor sebesar Rp36.000 per ante. Dana yang diterima langsung disalurkan kepada kelompok tani penerima manfaat.

“Alhamdulillah, semua bantuan sudah kami distribusikan sesuai daftar penerima yang berhak,” tutupnya.

Originally posted 2025-08-08 18:39:57.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.main-content, .entry-content, .post-content { display: block; } @media print { .site-header, .site-footer, .sidebar, .adsbygoogle, .widget-area, .navigation, .breadcrumbs, .related-posts, .comments-area, .pagination, /* Tambahan untuk menyembunyikan navigasi halaman */ .entry-title + .entry-title /* Jika ada judul ganda */ { display: none !important; } h1.entry-title { page-break-before: always; margin-top: 0; } body { font-size: 14pt; line-height: 1.6; } }