Fakultas Hukum UNIVA Medan Gelar Pembekalan Klinis Hukum, Perkuat Kompetensi Praktik Mahasiswa

Medan, Neracapos.com– Fakultas Hukum Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Klinis Hukum bagi Mahasiswa sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi praktik hukum dan implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 22 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat Bersama dan berlangsung secara hybrid, dengan jumlah peserta mencapai 150 mahasiswa.
Kegiatan pembekalan tersebut secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum UNIVA Medan, Nurhimmi Falahiyati, SH, M.Kn, didampingi oleh Wakil Dekan Akiruddin Ahmad, SH, MH, serta Ketua Program Studi Ilmu Hukum Sahbudi, SH, MH, M.AP.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum UNIVA Medan menegaskan bahwa pendidikan klinis hukum merupakan elemen strategis dalam mencetak lulusan hukum yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga kompeten dalam praktik dan beretika.
“Pendidikan klinis hukum menjadi jembatan penting antara teori hukum yang dipelajari di ruang kelas dengan realitas penegakan hukum di lapangan. Melalui pembekalan ini, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis, memiliki kepekaan sosial, serta mampu menerapkan hukum secara profesional dan berkeadilan,” ujar Nurhimmi Falahiyati dalam pidato pembukaan.
Menurutnya, keberadaan klinis hukum merupakan sarana efektif untuk membentuk karakter dan integritas calon sarjana hukum yang siap mengabdi kepada masyarakat.
Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Hukum UNIVA Medan, Akiruddin Ahmad, menyampaikan bahwa pembekalan klinis hukum ini dirancang berbasis Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).
Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan kompetensi nyata, seperti analisis kasus hukum, penyusunan dokumen hukum, serta pendampingan hukum kepada masyarakat, baik dalam konteks litigasi maupun nonlitigasi.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Program Studi Ilmu Hukum, Sahbudi, yang menekankan bahwa kegiatan pembekalan ini juga selaras dengan arah kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Menurutnya, pembelajaran kontekstual melalui klinik hukum tidak hanya memperkuat hard skills, tetapi juga membangun soft skills, etika profesi, dan tanggung jawab sosial mahasiswa hukum.
Pembekalan klinis hukum ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Hukum UNIVA Medan yang akan melaksanakan kegiatan klinik hukum. Adapun materi yang diberikan meliputi etika profesi hukum, teknik penanganan perkara, penyusunan dokumen hukum, hingga simulasi praktik hukum, dengan pendampingan langsung dari dosen serta praktisi hukum.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum Universitas Al Washliyah Medan berharap dapat menghasilkan lulusan yang berintegritas, profesional, dan memiliki kepedulian sosial, sekaligus memperkuat peran fakultas dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui layanan dan pendampingan hukum.





