NeracaPos.Com

Sumber Reprensi Terpecaya

DAERAH

Pendidikan Islam Sebagai Basis Pembentukan Karakter Bangsa, Prof. Saiful Paparkan Konsep Komprehensif

Medan, NeracaPos.com – Pendidikan Islam memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter bangsa yang unggul, berakhlak, dan berkepribadian kuat. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A., pada Kamis 27 November 2025 dalam pemaparan materi bertema “Pendidikan Islam Sebagai Basis Pendidikan Karakter Bangsa”. Ia menjelaskan bahwa pembentukan karakter tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga integrasi nilai moral, akhlak, spiritualitas, hingga penguatan perilaku nyata dalam kehidupan masyarakat.

Mengutip Pasal 3 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Prof. Saiful menegaskan bahwa pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara demokratis dan bertanggung jawab.

“Tujuan pendidikan nasional pada dasarnya sudah sangat jelas menempatkan pembentukan karakter dan akhlak sebagai landasan utama,” ujarnya.

Dalam slide pemaparannya, Prof. Saiful menjelaskan konsep pendidikan komprehensif yang terdiri atas: Ilmu pengetahuan,
Budi pekerti (akhlak dan karakter), Intellect,
Kreativitas dan inovasi.

Ia mengutip pandangan Ki Hajar Dewantara yang menyatakan bahwa pendidikan harus mengembangkan kekuatan batin, pikiran, dan tubuh anak secara utuh. “Bagian-bagian ini tidak boleh dipisahkan karena menjadi fondasi kesempurnaan hidup peserta didik,” jelasnya.

Prof. Saiful juga menampilkan perbedaan istilah penting seperti karakter, akhlak, moral, dan watak, yang semuanya berujung pada pembentukan perilaku. Menurutnya, perilaku yang baik hanya bisa lahir dari akhlak yang baik, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW:

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak umat manusia.”

Dalam Grand Design Pendidikan Karakter, ia menegaskan bahwa karakter dibentuk melalui: Intervensi, Habituasi, Peran masyarakat, Perangkat pendukung seperti kebijakan, pedoman, lingkungan, dan sarana prasarana.

Budaya luhur bangsa, nilai agama, serta pengaruh lingkungan pendidikan memegang peran besar dalam membentuk jati diri, karakter, dan perilaku masyarakat.

Prof. Saiful turut menyoroti perbedaan antara pembangunan karakter dan pembangunan citra.

Character Building menekankan: Kepribadian dan akhlak, Nilai-nilai universal, Nurani, kejujuran, dan keikhlasan.

Sedangkan Image Building hanya fokus pada pencitraan, kesan, propaganda, dan upaya agar “dianggap baik”.

“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang menumbuhkan karakter, bukan sekadar citra,” tegasnya.

Menggunakan pandangan Nurcholish Madjid, Prof. Saiful memaparkan tiga dimensi penting: Ketuhanan (iman, Islam, ihsan, takwa, ikhlas, sabar, syukur). Kemanusiaan (silaturahmi, persaudaraan, keadilan, husnuzan, tawadhu’, amanah, dermawan). Keimanan dan kepercayaan moral. Ketiga dimensi tersebut membentuk kepribadian Muslim yang ideal.

Prof. Saiful menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan karakter di sekolah bergantung pada tiga landasan: Landasan Motivasi, menumbuhkan sikap positif terhadap ajaran agama. Landasan Etik, menjadikan nilai keagamaan sebagai acuan tindakan. Landasan Moral, internalisasi nilai sehingga peserta didik memiliki ketahanan moral menghadapi perubahan zaman.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.main-content, .entry-content, .post-content { display: block; } @media print { .site-header, .site-footer, .sidebar, .adsbygoogle, .widget-area, .navigation, .breadcrumbs, .related-posts, .comments-area, .pagination, /* Tambahan untuk menyembunyikan navigasi halaman */ .entry-title + .entry-title /* Jika ada judul ganda */ { display: none !important; } h1.entry-title { page-break-before: always; margin-top: 0; } body { font-size: 14pt; line-height: 1.6; } }