NeracaPos.Com

Sumber Reprensi Terpecaya

DAERAH

Tradisi Murid Mendatangi Guru, Warisan Nilai Al Washliyah Terjaga dalam Kunjungan Ketum PB ke Ustadz Muhammad Natsir

Medan, Neracapos.com- Tradisi luhur “murid mendatangi guru” kembali ditunjukkan dalam lingkungan Al Jam’iyatul Washliyah sebagai bentuk penghormatan terhadap ilmu dan ulama. Kali ini, Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH, M.M, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ustadz Dr. Muhammad Natsir, MA, dalam rangka menjaga nilai-nilai adab dan tradisi keilmuan, Minggu (12/4/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kuatnya ikatan antara murid dan guru dalam tradisi pendidikan Islam, khususnya di lingkungan Al Washliyah.

Dalam tradisi Al Washliyah, murid mendatangi guru bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan bagian dari adab dalam menuntut ilmu. Hal ini menjadi simbol penghormatan terhadap peran guru sebagai sumber ilmu dan teladan.

Kehadiran Ketua Umum PB Al Washliyah ke kediaman Ustadz Muhammad Natsir menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut tetap dijaga, bahkan oleh para tokoh dan pemimpin organisasi.

Selain sebagai bentuk penghormatan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat hubungan antara ulama dan umara dalam membangun umat.

Pertemuan tersebut turut diisi dengan diskusi ringan seputar perkembangan umat, pendidikan, serta peran ulama dalam menghadapi tantangan zaman.

Di sela kunjungan, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH, M.M menegaskan pentingnya menjaga tradisi murid mendatangi guru sebagai bagian dari identitas Al Washliyah.

“Tradisi ini bukan sekadar budaya, tetapi bagian dari adab yang harus terus kita jaga. Dengan mendatangi guru, kita belajar menghormati ilmu dan menjaga keberkahan dalam setiap langkah perjuangan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut harus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Kami ingin generasi muda Al Washliyah tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman, termasuk adab kepada guru, karena di situlah letak keberkahan ilmu,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi keilmuan dalam Al Washliyah masih hidup dan terus dilestarikan. Diharapkan, semangat ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tetap menghormati guru dan menjaga nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.main-content, .entry-content, .post-content { display: block; } @media print { .site-header, .site-footer, .sidebar, .adsbygoogle, .widget-area, .navigation, .breadcrumbs, .related-posts, .comments-area, .pagination, /* Tambahan untuk menyembunyikan navigasi halaman */ .entry-title + .entry-title /* Jika ada judul ganda */ { display: none !important; } h1.entry-title { page-break-before: always; margin-top: 0; } body { font-size: 14pt; line-height: 1.6; } }