
Sergai, Neracapos.com– Universitas Al Washliyah Medan (UNIVA Medan) menugaskan mahasiswa dalam Program Mahasiswa Berdampak guna mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera tahun 2026.
Program ini dilaksanakan di Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat pascabencana melalui pendekatan berbasis potensi lokal.
Kegiatan yang melibatkan mahasiswa bersama tim dosen lapangan ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Pascabencana melalui Pelatihan Budidaya Microgreen dan Literasi Berbasis Potensi Lokal.”
Tim dosen lapangan dipimpin oleh Muhlizar, SH, MM, MH, dengan anggota Dr. Syarifa Mayli Boelian Dachban, SP, MP, serta Diah Kusyani, S.Pd, M.Pd.
Program berlangsung selama lebih dari satu bulan, terhitung sejak 30 Januari hingga 1 Maret 2026, dengan total 160 Jam Kerja Efektif Mahasiswa (JKEM). Sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai program studi turut terlibat langsung dalam kegiatan ini.
Pelaksanaan program ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia yang bertujuan mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pemulihan sosial, ekonomi, dan lingkungan pascabencana.
UNIVA Medan menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang lolos seleksi dari ratusan kampus di Indonesia untuk menjalankan program ini di wilayah Sumatera.
Muhlizar selaku ketua tim dosen lapangan menyampaikan bahwa program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempercepat pemulihan masyarakat.
“Program Mahasiswa Berdampak ini kami harapkan menjadi penggerak awal dalam proses pemulihan pascabencana, khususnya di Desa Sei Rampah. Mahasiswa tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat agar mampu bangkit secara mandiri,” ujarnya.
Desa Sei Rampah diketahui merupakan wilayah yang rawan banjir akibat tingginya curah hujan dan pendangkalan sungai. Dampak bencana tersebut tidak hanya merusak sektor ekonomi, tetapi juga menurunkan ketahanan pangan masyarakat.
Permasalahan utama yang dihadapi warga meliputi keterbatasan lahan pertanian, rendahnya literasi hukum lingkungan, serta kerusakan hasil tani akibat banjir.
Sebagai solusi, program ini mengusung pendekatan ekonomi hijau melalui:
Budidaya microgreen sebagai solusi pertanian lahan sempit
Penerapan teknologi biochar untuk pemulihan kualitas tanah
Peningkatan literasi hukum dan kebencanaan bagi masyarakat
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat mendapat respons positif dari warga. Salah satu tokoh masyarakat, Imbuh Johansyah Putra (Kepala Dusun III), mengaku terkesan dengan kontribusi nyata mahasiswa.
“Awalnya kami kira mahasiswa hanya datang sebagai pelengkap. Tapi ternyata mereka membawa solusi nyata. Mereka turun langsung ke masyarakat, membantu distribusi logistik, hingga menciptakan inovasi sederhana yang sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat memberikan harapan baru bagi warga untuk bangkit setelah bencana.
Program Mahasiswa Berdampak ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.
Tim pelaksana turut menyampaikan apresiasi kepada Direktorat terkait di Kemendiktisaintek sebagai pemberi dukungan program, serta kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Melalui program ini, UNIVA Medan menegaskan komitmennya dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai upaya konkret dalam membantu masyarakat menghadapi dan pulih dari berbagai dampak bencana secara berkelanjutan.





