NeracaPos.Com

Sumber Reprensi Terpecaya

DAERAH

BMKG Gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan 2026 di Sergai, Tingkatkan Keselamatan dan Kesejahteraan Nelayan

Sergai, Neracapos.com– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Belawan resmi membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 di Aula Pantai Sri Mersing, Desa Kuala Lama, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (31/7/2026).

Mengusung tema “Dengan SLCN, Nelayan Hebat, Selamat, dan Sejahtera”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nelayan terhadap informasi cuaca dan iklim maritim agar mampu menentukan waktu serta lokasi melaut yang aman, efisien, dan produktif.

Acara dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Lokot Nasution, S.T. yang di wakili oleh stap ahli Tengku Andri Muslim, Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya yang di wakili oleh stap ahli Bupati bidang kemasyarakatan dan sumberdaya manusia Drs. Akmal, A.P, M.Si, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Dr. Andri Ramdhani, M.Si., Direktur Meteorologi Maritim BMKG Dr. Agie Wandala Putra, M.Sc., Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan Dr. Hendro Nugroho, S.T., M.Si., serta unsur Forkopimda, OPD, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), penyuluh perikanan, dan para peserta SLCN.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Nur Alim dalam laporannya menjelaskan bahwa SLCN merupakan salah satu program unggulan BMKG untuk meningkatkan kapasitas nelayan dalam memahami informasi meteorologi maritim.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar memberikan materi tentang cuaca, tetapi juga membangun kesadaran nelayan agar mampu mengambil keputusan melaut secara lebih aman dan menguntungkan.

“Sekolah Lapang Cuaca Nelayan merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat pesisir. Kami ingin para nelayan mampu membaca prakiraan cuaca, mengenali potensi cuaca ekstrem, serta memanfaatkan informasi resmi BMKG sebelum melaut sehingga keselamatan menjadi prioritas tanpa mengurangi produktivitas,” ujar Nur Alim.

Ia menyampaikan, pelaksanaan SLCN 2026 didanai melalui DIPA Murni Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Tahun Anggaran 2026 dan diikuti 34 peserta yang berasal dari kalangan nelayan serta pemangku kepentingan sektor kelautan.

Para peserta akan memperoleh materi mengenai informasi meteorologi maritim, pemanfaatan prakiraan cuaca, peringatan dini gelombang tinggi, potensi banjir rob, hingga penggunaan aplikasi Info BMKG sebagai sumber informasi resmi cuaca maritim.

Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya dalam sambutannya yang dibacakan oleh stap ahli Bupati bidang kemasyarakatan dan sumberdaya manusia Drs. Akmal, A.P, M.Si menyambut baik penyelenggaraan SLCN yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan.

Menurutnya, pemahaman terhadap informasi cuaca menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko kecelakaan di laut sekaligus meningkatkan produktivitas hasil tangkapan.

“Sekolah Lapang Cuaca Nelayan merupakan program edukasi yang sangat penting. Dengan memahami prakiraan cuaca, arah angin, dan tinggi gelombang, nelayan dapat menentukan waktu melaut yang lebih aman sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan dan hasil tangkapan meningkat,” kata Darma Wijaya.

Ia menambahkan bahwa manfaat SLCN tidak hanya berkaitan dengan keselamatan, tetapi juga berdampak terhadap efisiensi biaya operasional nelayan, peningkatan hasil tangkapan, serta kesejahteraan keluarga nelayan.

“Sederhananya, ketika nelayan paham cuaca, maka mereka dapat melaut dengan selamat dan hasil tangkapan pun akan meningkat. Inilah yang menjadi harapan kita bersama,” tambahnya.

Kemudian pada sambutannya Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Lokot Nasution, S.T. yang di bacakan oleh stap ahli Tengku Andri Muslim menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sebaiknya rutin dan terus menerus di lakukan agar menyasar ke seluruh wilayah pesisir, agar para nelayan paham dan sadar pentingnya sekolah lapang tersebut.

“informasi cuaca bukanlah pelengkap melainkan kompas yang dapat di yakini informasinya, karena BMKG bukanlah peramal cuaca yang melihat masadepan dengan media air melaikan dengan teknologi dan para ahli yang terpercaya, kemudian sebagai anggota komisi V DPR RI saya akan terus mendorong agar layanan informasi cuaca semakin cepat semakin akurat dan semakin terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan Dr. Hendro Nugroho, S.T., M.Si. menjelaskan bahwa hingga tahun 2026, program SLCN telah dilaksanakan di 274 lokasi di berbagai provinsi dengan jumlah peserta mencapai sekitar 19.539 orang.

Menurutnya, tahun ini BMKG kembali menerapkan konsep “Goes to Field”, yakni menghadirkan pelatihan langsung kepada para pelaku kegiatan kelautan, mulai dari nelayan laut, nelayan sungai, nelayan danau, hingga pembudidaya tambak.

Selain itu, BMKG juga memperkenalkan sistem Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS) yang tidak hanya menyajikan informasi cuaca maritim dan peringatan dini, tetapi juga menyediakan informasi potensi daerah penangkapan ikan.

“Melalui sistem INA-WIS, nelayan dapat memperoleh informasi cuaca maritim sekaligus potensi wilayah penangkapan ikan. Dengan demikian, keselamatan pelayaran tetap terjaga dan produktivitas nelayan dapat meningkat,” jelas Hendro Nugroho.

Ia menyebut Kabupaten Serdang Bedagai dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki potensi perikanan tangkap yang besar. Dengan luas perairan Sumatera Utara sekitar 110 ribu kilometer persegi dan potensi sumber daya ikan mencapai lebih dari 1,35 juta ton per tahun, sektor kelautan dinilai menjadi salah satu penopang pembangunan ekonomi daerah.

Melalui kegiatan ini, BMKG berharap para nelayan semakin memahami pentingnya informasi cuaca maritim dalam mendukung aktivitas penangkapan ikan.

Selain meningkatkan keselamatan pelayaran, pemanfaatan informasi cuaca secara tepat diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan di laut, menghemat biaya operasional, meningkatkan hasil tangkapan, serta memperkuat kesejahteraan keluarga nelayan.

BMKG juga mengajak seluruh peserta untuk terus memanfaatkan layanan informasi resmi, baik melalui aplikasi Info BMKG, sistem INA-WIS, maupun berbagai kanal peringatan dini yang disediakan pemerintah sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya melaut yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.main-content, .entry-content, .post-content { display: block; } @media print { .site-header, .site-footer, .sidebar, .adsbygoogle, .widget-area, .navigation, .breadcrumbs, .related-posts, .comments-area, .pagination, /* Tambahan untuk menyembunyikan navigasi halaman */ .entry-title + .entry-title /* Jika ada judul ganda */ { display: none !important; } h1.entry-title { page-break-before: always; margin-top: 0; } body { font-size: 14pt; line-height: 1.6; } }