Rektor UNIVA Medan Hadiri Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Dorong Persatuan dan Kedaulatan Ekonomi Umat

Jakarta, Neracapos.com – Rektor Universitas Alwashliyah (UNIVA) Medan, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A., menghadiri rangkaian kegiatan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.
Kongres yang menjadi salah satu forum strategis umat Islam Indonesia tersebut mengangkat tema “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat”. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan umat sekaligus merumuskan berbagai rekomendasi strategis terkait pembangunan bangsa dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan KUII VIII dibuka oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan ditutup oleh Menteri Agama RI. Kongres tersebut dihadiri juga, oleh Ketua MPR Ahmad Muzani, S. Sos, Menteri Agama
Prof. Dr. KH. Nasruddin Umar, MA, Pengurus MUI Pusat Kh. Agus Sudono dan tokoh umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, ulama, akademisi, tokoh masyarakat, serta unsur lainnya.
Salah satu pokok rekomendasi yang menjadi perhatian dalam kongres adalah dukungan terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya mengimplementasikan amanat Pasal 33 UUD 1945 mengenai perekonomian nasional yang diselenggarakan berdasarkan prinsip demokrasi ekonomi serta kemakmuran rakyat.
Rekomendasi tersebut menekankan pentingnya kebijakan pembangunan ekonomi yang mampu memberikan manfaat secara luas bagi masyarakat, memperkuat kemandirian ekonomi bangsa, serta mendorong pemberdayaan ekonomi umat sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Kehadiran Rektor UNIVA Medan dalam forum tersebut sebagai salah satu utusan yang terpilih dari 35 perguruan tinggi untuk mengikuti kegiatan tersebut, yang menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk terus mengikuti dinamika pemikiran dan perkembangan strategis yang berkaitan dengan kehidupan umat, pendidikan, kebangsaan, serta pembangunan nasional.
Rektor Universitas Alwashliyah Medan, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A., saat di temui neracapos.com di ruang kerjanya pada (28/7/2026) mengatakan kegiatan tersebut berlangsung pada 24 hingga 26 juli 2026 yang lalu, ia menilai Kongres Umat Islam Indonesia VIII memiliki arti strategis dalam memperkuat persatuan dan membangun kesadaran kolektif umat Islam untuk berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.
Menurutnya, tema “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat” memiliki relevansi yang sangat kuat dengan tantangan Indonesia saat ini. Persatuan umat, kata dia, harus diwujudkan melalui kerja nyata yang konstruktif dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, sosial, dan pembangunan sumber daya manusia.
“Kongres Umat Islam Indonesia VIII merupakan momentum yang sangat penting untuk memperkuat silaturahmi, persatuan, dan kesamaan visi umat dalam memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara. Tema ‘Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat’ mengandung pesan yang sangat mendalam bahwa persatuan merupakan modal utama dalam membangun bangsa yang berdaulat dan kuat,” ujar Prof. Saiful.
Ia menambahkan bahwa umat Islam memiliki potensi besar untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional. Potensi tersebut harus diarahkan melalui kolaborasi yang produktif dan penguatan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa potensi besar umat dapat diwujudkan menjadi kekuatan yang produktif. Pendidikan, penguatan ekonomi umat, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan harus menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan,” katanya.
Prof. Saiful juga memberikan apresiasi terhadap rekomendasi kongres yang mendorong penguatan ekonomi rakyat dan pemberdayaan ekonomi umat. Menurutnya, pembangunan ekonomi harus mampu menciptakan kesejahteraan yang dirasakan secara luas oleh masyarakat.
“Kami mengapresiasi perhatian kongres terhadap penguatan ekonomi rakyat. Semangat untuk mengimplementasikan amanat Pasal 33 UUD 1945 harus terus didorong agar pembangunan ekonomi benar-benar berorientasi pada kemakmuran rakyat. Umat Islam sebagai bagian terbesar dari masyarakat Indonesia tentu memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pendidikan, kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi yang berkeadilan,” ungkapnya.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, Prof. Saiful menegaskan bahwa UNIVA Medan memiliki komitmen untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang memiliki kompetensi akademik sekaligus karakter kebangsaan.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab berbagai tantangan nasional. Pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan semangat membangun bangsa.
“UNIVA Medan akan terus mengambil bagian dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kepedulian terhadap persoalan umat dan bangsa,” tutur Prof. Saiful.
Ia berharap hasil dan rekomendasi Kongres Umat Islam Indonesia VIII dapat menjadi bahan pemikiran dan pijakan bersama dalam memperkuat peran umat Islam dalam pembangunan nasional.
“Harapan kita, hasil kongres ini tidak berhenti sebagai rekomendasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah-langkah nyata yang memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat. Dengan persatuan, kolaborasi, dan semangat kebangsaan, kita dapat bersama-sama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, sejahtera, dan kuat,” pungkasnya.
Kehadiran Rektor UNIVA Medan dalam Kongres Umat Islam Indonesia VIII diharapkan semakin memperkuat hubungan antara dunia pendidikan tinggi dengan berbagai elemen umat Islam dalam membangun sinergi yang konstruktif.
Melalui forum tersebut, semangat persatuan umat diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi kekuatan positif dalam mendukung pembangunan nasional, memperkuat ekonomi rakyat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.





