
Medan, NeracaPos.com – Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan menerima hibah buku karya S.A. Margono berjudul Diagnosis Demokrasi: Menuju Indonesia Emas 2045. Sumbangan literatur yang mengangkat tema demokrasi, politik dan kehidupan sosial tersebut diharapkan dapat memperkaya referensi akademik bagi mahasiswa maupun dosen.
Penyerahan buku tersebut mendapat apresiasi dari jajaran pimpinan Universitas Al Washliyah Medan. Rektor UNIVA Medan Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A. turut menyampaikan penghargaan atas kepedulian S.A. Margono terhadap pengembangan dunia pendidikan dan budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi.
Apresiasi tersebut dituangkan melalui Surat Apresiasi dan Ucapan Terima Kasih tertanggal 4 September 2026 yang ditandatangani langsung oleh Rektor UNIVA Medan.
Pihak universitas menilai hibah buku tersebut bukan sekadar penambahan koleksi perpustakaan, tetapi juga merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan budaya membaca, diskusi akademik dan pengembangan wawasan mahasiswa.
Buku Diagnosis Demokrasi: Menuju Indonesia Emas 2045 akan menjadi salah satu bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan sivitas akademika UNIVA Medan, terutama dalam menunjang kegiatan pembelajaran, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Kehadiran literatur mengenai demokrasi dan perjalanan politik Indonesia dinilai relevan dengan kebutuhan mahasiswa untuk memahami perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara secara lebih komprehensif.
Selain menjadi sumber referensi, koleksi tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif membaca dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap berbagai persoalan sosial dan politik yang berkembang di masyarakat.
Buku karya S.A. Margono tersebut mengulas perjalanan demokrasi di Indonesia dalam berbagai periode, mulai dari Demokrasi Terpimpin, Demokrasi Pancasila hingga era Reformasi.
Pembahasan di dalamnya juga menyoroti pentingnya pendidikan demokrasi sejak dini serta perlunya pembenahan sistem politik sebagai bagian dari upaya mempersiapkan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Topik tersebut menjadi penting bagi kalangan akademisi karena pendidikan demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pemahaman sistem politik, tetapi juga pembentukan sikap kritis, tanggung jawab, partisipasi masyarakat dan kesadaran sebagai warga negara.
Universitas Al Washliyah Medan menyampaikan apresiasi atas hibah buku tersebut. Pihak kampus berharap langkah S.A. Margono dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan melalui berbagai bentuk, termasuk penyediaan bahan bacaan dan literatur berkualitas.
UNIVA Medan juga terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang mendukung budaya membaca, penelitian dan pertukaran gagasan.
“Setiap buku yang hadir di lingkungan perguruan tinggi memiliki nilai strategis karena dapat membuka ruang pengetahuan dan memperkaya wawasan sivitas akademika. Kami sangat mengapresiasi kepedulian S.A. Margono yang telah memberikan karya ini kepada UNIVA Medan,” demikian apresiasi dari pihak universitas.
Dengan bertambahnya koleksi literatur tersebut, UNIVA Medan berharap perpustakaan kampus semakin mampu menyediakan sumber referensi yang beragam dan relevan bagi mahasiswa serta dosen.
Hibah buku Diagnosis Demokrasi: Menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus menjadi contoh bahwa kolaborasi antara masyarakat dan perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi positif bagi penguatan literasi pendidikan dan budaya akademik.




