
Medan, NeracaPos.com — Universitas Alwashliyah (UNIVA) Medan menjadi tuan rumah Seminar Internasional Haji dan Umrah yang mengangkat tema “Regulasi Kemenhaj 2026: Mitigasi Visa Non Prosedural dan Perlindungan Hak Jamaah”, Senin (14/9/2026).
Seminar yang berlangsung di Aula Universitas Alwashliyah Medan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dan akademisi untuk membahas perkembangan regulasi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, khususnya terkait prosedur visa serta perlindungan terhadap hak jamaah.
Sejumlah narasumber yang tercantum dalam kegiatan tersebut antara lain Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, M.A., Datuk H. Jalil bin Abdul Rahim, Prof. Dr. H. M. Jamil, M.A., dan Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A.
Kehadiran para tokoh tersebut memberikan perspektif yang beragam dalam membahas persoalan haji dan umrah, mulai dari aspek keagamaan, akademik, regulasi hingga perlindungan jamaah.
Dalam kegiatan itu turut hadir Ketua Umum PB Al Washliyah Dr. KH. Masyhuril Khamis, S.H., M.M., Sekretaris Jenderal PB Al Washliyah Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, M.A., serta Rektor UNIVA Medan Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A. sebagai tamu kehormatan.
Selain itu, tampak pula Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., M.Si. selaku Pengurus Wilayah (PW), Abdul Thalib Siahaan, S.T., M.I.Kom. selaku Ketua PWI Isarah Sumut, serta Dr. Juriano, S.Th.I., M.Ag. selaku Ketua PPIH UNIVA Medan.
Tema seminar mengenai mitigasi visa nonprosedural dinilai relevan dengan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara perjalanan ibadah haji dan umrah yang sesuai dengan ketentuan.
Persoalan visa menjadi salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kepastian keberangkatan dan perlindungan jamaah.
Melalui forum internasional tersebut, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai regulasi terbaru sekaligus pentingnya memastikan seluruh proses perjalanan ibadah dilakukan melalui prosedur resmi.
Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya perlindungan hak jamaah sehingga pelaksanaan ibadah haji dan umrah dapat berlangsung secara aman, tertib, nyaman dan sesuai ketentuan.
Rektor UNIVA Medan Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A., saat ditemui NeracaPos.com usai kegiatan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Seminar Internasional Haji dan Umrah tersebut.
Menurut Prof. Saiful, forum ilmiah seperti ini memiliki nilai strategis karena mempertemukan kalangan akademisi, tokoh agama dan praktisi untuk membahas persoalan haji dan umrah secara lebih luas.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Seminar Internasional Haji dan Umrah ini. Tema yang diangkat sangat penting karena menyangkut regulasi, kepastian perjalanan dan perlindungan terhadap hak jamaah,” ujar Prof. Saiful.
Ia mengatakan, pemahaman masyarakat terhadap regulasi haji dan umrah harus terus ditingkatkan agar jamaah tidak mudah terjebak pada proses perjalanan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
“Jamaah harus mendapatkan informasi yang benar dan memahami prosedur yang berlaku. Jangan sampai karena kurangnya informasi, jamaah mengalami persoalan yang pada akhirnya dapat merugikan dirinya sendiri,” katanya.
Prof. Saiful juga menilai kehadiran para narasumber dalam seminar tersebut menjadi bagian penting dalam memperkaya perspektif peserta.
“Kehadiran para narasumber dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda tentu memperkaya pembahasan. Kita berharap berbagai gagasan yang disampaikan dapat memberikan manfaat dan menjadi bahan edukasi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, UNIVA Medan akan terus mendukung kegiatan akademik yang berkaitan dengan persoalan keumatan. Perguruan tinggi, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk ikut memberikan kontribusi pemikiran dan edukasi kepada masyarakat.
“Perguruan tinggi harus hadir memberikan kontribusi terhadap persoalan umat. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin membangun pemahaman yang lebih baik sekaligus mendorong penyelenggaraan haji dan umrah yang semakin profesional, tertib dan memberikan perlindungan kepada jamaah,” pungkas Prof. Saiful.





