NeracaPos.Com

Sumber Reprensi Terpecaya

DAERAH

Diduga Dianiaya Oknum Centeng PT Lonsum, Pria Asal Sei Bamban Alami Luka Lebam Usai Ditangkap karena Dugaan Pencurian Sawit

Neracapos.com-SERDANG BEDAGAI – Seorang pria bernama Abdhul Rasit (45), warga Dusun VII Berohol, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), diduga menjadi korban penganiayaan setelah diamankan oleh petugas keamanan (centeng) di areal Perkebunan PT Lonsum Rampah Estate, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat Abdhul Rasit diduga mengambil 17 janjang buah kelapa sawit milik PT Lonsum.

Aksi tersebut disebut berhasil digagalkan oleh petugas keamanan kebun yang sedang berjaga.

Setelah diamankan, Abdhul kemudian dibawa ke kantor perkebunan untuk dimintai keterangan. Namun, korban mengaku justru mengalami tindakan kekerasan saat berada di dalam ruangan.

Akibat dugaan penganiayaan tersebut, Abdhul mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh dan pada malam harinya, sekitar pukul 22.40 WIB, mendapatkan perawatan medis di RSU Melati, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban.

Saat ditemui awak media di RSU Melati, Abdhul mengakui dirinya memang mengambil 17 janjang buah sawit. Namun, ia membantah mendapat perlakuan yang semestinya setelah diamankan.

“Saya dibawa ke kantor, dimasukkan ke dalam ruangan, lampunya dimatikan, lalu dipukuli hingga babak belur,” ujar Abdhul.
Ia juga mengaku tangan kirinya diborgol sebelum diduga dipukul menggunakan benda keras, kayu, dan bambu oleh empat orang yang disebutnya bertugas di perkebunan tersebut.

“Tangan saya diborgol, kemudian dipukuli oleh empat orang. Saya dipukul pakai kayu dan bambu,” ungkapnya.

Terpisah, Kerani Kebun PT Lonsum Rampah Estate, Eko, saat dikonfirmasi awak media pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 09.45 WIB, mengaku baru mengetahui adanya dugaan insiden tersebut.

“Peristiwa ini baru saya ketahui. Informasi ini akan kami sampaikan terlebih dahulu kepada pimpinan,” singkat Eko.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen PT Lonsum maupun pihak kepolisian terkait dugaan penganiayaan tersebut.

Kasus ini masih menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait guna memastikan kronologi dan fakta yang sebenarnya.(Putra NS)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.main-content, .entry-content, .post-content { display: block; } @media print { .site-header, .site-footer, .sidebar, .adsbygoogle, .widget-area, .navigation, .breadcrumbs, .related-posts, .comments-area, .pagination, /* Tambahan untuk menyembunyikan navigasi halaman */ .entry-title + .entry-title /* Jika ada judul ganda */ { display: none !important; } h1.entry-title { page-break-before: always; margin-top: 0; } body { font-size: 14pt; line-height: 1.6; } }