Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNIVA Medan Gelar Seminar Nasional 2026, Bahas AI dan Adaptabilitas Lulusan di Era Kerja Abad ke-21

Medan, NeracaPos.com – Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Alwashliyah (UNIVA) Medan menggelar Seminar Nasional 2026 bertema “AI, Komunikasi, dan Adaptabilitas: Menyiapkan Lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia yang Kompetitif di Dunia Kerja Abad ke-21”. Kegiatan berlangsung di Taman Kampung Ladang Outbound, Medan.
Seminar nasional ini menjadi forum akademik untuk memperkuat kompetensi mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan dalam menghadapi transformasi dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta kemajuan teknologi digital.
Kegiatan menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni Dr. Christiany Juditha, S.Sos., M.A., Khairil Irfan Lubis, M.Pd., dan Fakhri Khairuandi, S.S. Ketiganya memaparkan berbagai perspektif mengenai pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan, pentingnya kemampuan komunikasi, literasi digital, serta adaptasi lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia terhadap kebutuhan industri dan dunia kerja modern.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa perkembangan teknologi tidak dapat dihindari, sehingga calon pendidik dan lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta mampu memanfaatkan teknologi secara etis dan produktif.
Selain membahas perkembangan AI, seminar juga mengulas strategi pembelajaran yang inovatif, penguatan kompetensi komunikasi, serta pentingnya membangun karakter lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Dekan FKIP Universitas Alwashliyah Medan, Diah Kusyani, M.Pd., mengatakan seminar nasional tersebut merupakan bagian dari komitmen FKIP dalam meningkatkan kualitas akademik sekaligus mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Menurutnya, perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sebagai ancaman bagi dunia pendidikan.
“Kami ingin mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia tidak hanya menguasai kompetensi pedagogik dan kebahasaan, tetapi juga memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi, berpikir kritis, serta mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui seminar nasional ini mahasiswa memperoleh wawasan baru mengenai tantangan dan peluang profesi di era digital sehingga mampu meningkatkan daya saing setelah menyelesaikan pendidikan.
Seminar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan mahasiswa, dosen, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait implementasi AI dalam pembelajaran bahasa, etika penggunaan teknologi, hingga strategi menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja.
Melalui kegiatan ini, FKIP UNIVA Medan berharap dapat terus melahirkan lulusan yang profesional, inovatif, memiliki kompetensi komunikasi yang kuat, serta siap berkontribusi dalam dunia pendidikan dan berbagai sektor lainnya pada era transformasi digital.
Saat ditemui NeracaPos.com, pada Selasa (14/7/2026) Dekan FKIP Universitas Alwashliyah Medan, Diah Kusyani, M.Pd., menyampaikan kegiatan tersebut di laksanakan pada Kamis 9 Juli 2026 lalu, ia juga menegaskan bahwa seminar nasional ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan.
“Perkembangan Artificial Intelligence telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Karena itu, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia harus mampu menguasai teknologi tanpa meninggalkan kompetensi utama sebagai pendidik, yakni kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang efektif, integritas, serta karakter yang kuat. Seminar ini menjadi ruang akademik untuk memperluas wawasan mahasiswa agar siap bersaing dan memberikan kontribusi nyata di dunia kerja abad ke-21,” ujar Diah Kusyani.





