Rapat Dewan Pertimbangan PB Al Jam’iyatul Washliyah di UNIVA Medan Matangkan Persiapan Muktamar ke-23

Medan, Neracapos.com – Dewan Pertimbangan Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah menggelar rapat strategis dalam rangka menyambut dan menyukseskan Muktamar ke-23 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang di Jakarta.
Rapat tersebut dilaksanakan di lantai 2 Biro Rektor Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan, dan dihadiri sejumlah tokoh penting organisasi, termasuk Rektor UNIVA Medan.
Rapat Dewan Pertimbangan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi internal organisasi serta merumuskan langkah strategis guna memastikan kesuksesan pelaksanaan muktamar.
Berbagai hal dibahas secara komprehensif, mulai dari kesiapan teknis, penguatan peran kepanitiaan, hingga arah kebijakan organisasi ke depan. Muktamar ke-23 dipandang sebagai momentum penting dalam menentukan arah perjuangan Al Jam’iyatul Washliyah di tengah dinamika perkembangan bangsa.
Kehadiran Rektor Universitas Al Washliyah Medan, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A, dalam rapat tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara dunia akademik dan organisasi kemasyarakatan.
Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia serta melahirkan gagasan konstruktif bagi kemajuan organisasi.
Ditemui NeracaPos.com pada kamis (23/4/2026) di ruang kerjanya, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A yang akrap di sapa Prof Saiful tersebut menyampaikan bahwa kegiatan rapat terbut di laksanakan pada Rabu 22 April 2026 lalu, yang di hadiri berbagai tokoh penting Al Jam’iyatul Washliyah dan ia pun menyampaikan pandangannya terkait akan di selenggarakan kegiatan muktamar tersebut.
“Rapat Dewan Pertimbangan ini merupakan langkah penting dalam memastikan Muktamar ke-23 berjalan sukses dan menghasilkan keputusan strategis bagi masa depan Al Jam’iyatul Washliyah. Konsolidasi yang kuat menjadi kunci dalam menjaga eksistensi dan relevansi organisasi.” ungkap Prof Saiful.
Ia juga menekankan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda organisasi.
“Sebagai bagian dari keluarga besar Al Washliyah, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen terhadap nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” ujarnya.





