Rektor UNIVA Medan dan Prof. Tobroni Bahas AIK sebagai Islamic Worldview dalam Diskusi Akademik

Medan, NeracaPos.com – Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat wawasan keislaman di lingkungan akademik melalui kegiatan diskusi ilmiah bertajuk “AIK sebagai Islamic Worldview” yang digelar pada Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana akademik dan penuh interaksi tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni Rektor Universitas Al Washliyah Medan, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A., dan Prof. Dr. H. Tobroni, M.Si., akademisi sekaligus pakar pendidikan Islam yang dikenal aktif dalam pengembangan pemikiran keislaman di perguruan tinggi.
Diskusi ini diikuti oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika yang memiliki perhatian terhadap penguatan nilai-nilai Islam dalam sistem pendidikan tinggi.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis menjelaskan bahwa Al-Islam dan Kemuhammadiyahan/Kealwashliyahan (AIK) tidak hanya dipahami sebagai mata kuliah atau materi pembelajaran semata, tetapi harus menjadi cara pandang (worldview) dalam menjalankan kehidupan akademik maupun sosial.
Menurutnya, konsep Islamic Worldview menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat.
“Pendidikan tinggi harus mampu melahirkan insan akademik yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. AIK menjadi instrumen penting untuk membentuk cara berpikir yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Tobroni, M.Si., menyoroti tantangan yang dihadapi perguruan tinggi Islam di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai keislaman agar perkembangan ilmu pengetahuan tetap memberikan manfaat bagi kemanusiaan.
Menurut Prof. Tobroni, Islamic Worldview berfungsi sebagai kompas moral yang membimbing pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab.
“Teknologi berkembang sangat cepat, tetapi nilai dan moral harus tetap menjadi pondasi. Karena itu, AIK harus menjadi ruh dalam seluruh aktivitas akademik agar perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang unggul sekaligus berakhlak mulia,” jelasnya.
Diskusi ini juga menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai Islam dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Peserta yang hadir aktif menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait implementasi Islamic Worldview dalam kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, UNIVA Medan berharap dapat memperkuat budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Saat ditemui NeracaPos.com usai kegiatan, Rektor UNIVA Medan Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A. menegaskan bahwa diskusi mengenai AIK sebagai Islamic Worldview sangat relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era globalisasi dan transformasi digital.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman bahwa AIK bukan hanya mata kuliah, melainkan fondasi berpikir, bersikap, dan bertindak bagi seluruh sivitas akademika. Islamic Worldview harus menjadi landasan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, serta membangun karakter generasi masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, moralitas, dan kepedulian sosial yang tinggi.
“Kami berharap diskusi seperti ini terus berkembang menjadi ruang intelektual yang mampu memperkaya khazanah pemikiran Islam sekaligus memperkuat identitas keilmuan kampus. UNIVA Medan berkomitmen untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan umat dan bangsa,” tutupnya.





