NeracaPos.Com

Sumber Reprensi Terpecaya

DAERAH

Rektor UNIVA Medan Hadiri Temu Ilmiah dan Bedah Buku Persembahan 60 Tahun Prof. Jamil

Medan, NeracaPos.com — Rektor Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A., menghadiri kegiatan Temu Ilmiah dan Bedah Buku yang digelar sebagai persembahan dalam rangka 60 tahun Prof. Dr. H. M. Jamil, M.A., Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menggagas Tafsir Alquran Mutakamil dan Solutif”, yang menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan pengembangan kajian tafsir Alquran agar semakin komprehensif sekaligus mampu memberikan jawaban terhadap berbagai persoalan kehidupan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Sekjen PB Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, M.A., hadir sebagai keynote speaker. Sementara itu, Rektor UNIVA Medan Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A., hadir sebagai tamu kehormatan.

Temu ilmiah dan bedah buku tersebut menjadi momentum penting bagi kalangan akademisi dan pemerhati kajian Islam untuk memperkaya perspektif dalam memahami Alquran. Pendekatan tafsir yang mutakamil dan solutif dinilai relevan dalam menghadirkan pemahaman keislaman yang tidak hanya mendalam secara akademik, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan dinamika kehidupan.

Kehadiran Rektor UNIVA Medan dalam forum tersebut juga memperlihatkan komitmen perguruan tinggi dalam mendorong tradisi ilmiah, khususnya pengembangan pemikiran Islam dan kajian Alquran.

Saat ditemui NeracaPos.com, Rektor UNIVA Medan Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya temu ilmiah dan bedah buku tersebut.

Menurutnya, kegiatan ilmiah seperti ini memiliki arti penting dalam membangun budaya akademik sekaligus memberikan ruang bagi para cendekiawan untuk bertukar gagasan mengenai Alquran dan relevansinya dengan persoalan kontemporer.

“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan temu ilmiah dan bedah buku dalam rangka 60 tahun Prof. Dr. H. M. Jamil, M.A. Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk merawat tradisi keilmuan, khususnya dalam kajian Alquran dan pemikiran Islam,” ujar Prof. Saiful.

Ia menilai tema “Menggagas Tafsir Alquran Mutakamil dan Solutif” memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan umat saat ini. Menurutnya, kajian Alquran perlu terus dikembangkan sehingga mampu menghadirkan pemahaman yang utuh, mendalam, dan dapat memberikan solusi terhadap persoalan kehidupan.

“Tafsir Alquran tidak cukup hanya dipahami secara tekstual, tetapi perlu dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek keilmuan dan konteks kehidupan. Dengan demikian, nilai-nilai Alquran dapat dihadirkan sebagai pedoman yang solutif bagi umat,” katanya.

Prof. Saiful juga berharap kegiatan semacam itu dapat terus dikembangkan dan melibatkan generasi akademisi serta mahasiswa, sehingga tradisi intelektual Islam tetap tumbuh dan berkembang.

“Kita berharap forum-forum ilmiah seperti ini terus hidup dan melahirkan gagasan-gagasan yang konstruktif. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun tradisi berpikir yang kritis, moderat, dan berlandaskan nilai-nilai Alquran,” pungkasnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.main-content, .entry-content, .post-content { display: block; } @media print { .site-header, .site-footer, .sidebar, .adsbygoogle, .widget-area, .navigation, .breadcrumbs, .related-posts, .comments-area, .pagination, /* Tambahan untuk menyembunyikan navigasi halaman */ .entry-title + .entry-title /* Jika ada judul ganda */ { display: none !important; } h1.entry-title { page-break-before: always; margin-top: 0; } body { font-size: 14pt; line-height: 1.6; } }