Koordinator Sekolah UNIVA Medan Tegaskan Belum Ada Kenaikan Setoran Uang Pengembangan Sekolah

Medan, NeracaPos.com — Koordinator Sekolah Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan yang juga Wakil Rektor II UNIVA Medan, Dr. H. M. Nasir, Lc, MA, memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar mengenai kenaikan persentase setoran uang pengembangan dan peningkatan organisasi dari sekolah-sekolah di bawah naungan UNIVA Medan.
Isu yang beredar menyebutkan adanya perubahan persentase setoran yang sebelumnya sebesar 20 % menjadi 30 %, dengan dana yang bersumber dari SPP siswa. Setoran tersebut dikaitkan dengan sejumlah unsur kelembagaan, yakni Pengurus Daerah (PD) Al Washliyah, Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah dan Koordinator Sekolah.
Namun, saat ditemui NeracaPos.com di ruang rapat lantai 2 Biro Rektor UNIVA Medan pada Jumad (18/9/2026) Natsir menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kenaikan setoran sebagaimana isu yang beredar.
“Sampai saat ini belum ada kenaikan setoran seperti yang diisukan beberapa waktu ini. Jadi sekolah maupun orang tua siswa tidak perlu khawatir terhadap informasi tersebut,” ujar Natsir.
Menurut Natsir, apabila ke depan terdapat wacana perubahan kebijakan terkait setoran maupun pengelolaan dana sekolah, hal tersebut tidak akan dilakukan secara sepihak. Setiap kebijakan, kata dia, akan dibicarakan terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait melalui mekanisme musyawarah.
Natsir menjelaskan, kebijakan yang berkaitan dengan pembiayaan pendidikan, termasuk penetapan maupun perubahan SPP, perlu mempertimbangkan aspirasi pihak sekolah, komite dan orang tua siswa.
“Kalaupun ada kenaikan, tentunya hal tersebut akan dimusyawarahkan dengan pihak-pihak yang terkait. Untuk itu, sekolah dan para orang tua siswa maupun para siswa tidak perlu khawatir. Dalam kebijakan apa pun, kami mengedepankan musyawarah,” katanya.
Ia menambahkan, penetapan kebijakan SPP semestinya dilakukan melalui pembahasan bersama antara pihak sekolah dengan komite dan orang tua siswa, sehingga terdapat komunikasi yang jelas mengenai kebutuhan serta pembiayaan sarana dan prasarana pendidikan.
“Terkait penetapan kebijakan SPP, tentunya harus berdasarkan musyawarah dengan komite dan para orang tua siswa. Yang paling penting adalah komunikasi dan keterbukaan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman, ada pun dana yang terkumpul tersebut di gunakan untuk kepentingan peningakatan fasilitas sekolah,” ungkap Natsir.
Klarifikasi tersebut disampaikan untuk memberikan kepastian kepada sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan UNIVA Medan serta para orang tua siswa agar tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang belum mendapatkan penjelasan resmi.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UNIVA Medan Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A., menyampaikan bahwa untuk sementara waktu jabatan Koordinator Sekolah UNIVA Medan akan dibekukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Dengan kebijakan tersebut, seluruh sekolah yang berada di bawah naungan UNIVA Medan diminta untuk melakukan koordinasi langsung dengan Rektor UNIVA Medan terkait berbagai persoalan maupun kebijakan yang menyangkut pengelolaan sekolah.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan komunikasi antara sekolah dan pimpinan UNIVA Medan berjalan secara langsung serta menghindari berkembangnya informasi yang tidak jelas sumbernya.
Rektor UNIVA Medan Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis mengimbau seluruh pihak agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh isu yang belum mendapatkan klarifikasi resmi.
Menurutnya, setiap persoalan yang muncul sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah dan tabayun atau klarifikasi terlebih dahulu sebelum mengambil suatu keputusan.
“Kami mengimbau kepada semua pihak agar menahan diri dan tidak mudah terpancing oleh isu yang dapat menyesatkan. Jika ada persoalan atau informasi yang belum jelas, sebaiknya dilakukan musyawarah dan tabayun terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan,” ujar Prof. Saiful.
Ia menekankan pentingnya menjaga suasana yang kondusif di lingkungan pendidikan. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pimpinan, sekolah, komite dan orang tua siswa menjadi bagian penting dalam menyelesaikan setiap persoalan.
“Yang kita inginkan adalah suasana pendidikan yang kondusif. Karena itu, setiap persoalan harus dikedepankan dengan komunikasi yang baik, musyawarah dan mencari solusi bersama. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru menimbulkan keresahan di tengah sekolah maupun orang tua siswa,” katanya.
Prof. Saiful juga meminta seluruh sekolah di bawah naungan UNIVA Medan mengikuti jalur koordinasi yang telah ditetapkan sehingga setiap kebijakan dapat disampaikan melalui mekanisme resmi.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak UNIVA Medan menegaskan bahwa belum terdapat kenaikan setoran dari 20 % menjadi 30 % sebagaimana isu yang beredar. Apabila terdapat perubahan kebijakan di kemudian hari, pihak universitas menegaskan bahwa prosesnya akan dibahas dan dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait sesuai mekanisme yang berlaku.





